Senin, 14 Februari 2011

Spesifikasi Ponsel di Sekolah


Jakarta - Beda sekolah beda cara. Yang pertama, sebuah SMP di Jakarta Timur melarang para murid membawa ponsel multimedia. Hasilnya: ada murid yang memilih tanpa ponsel ketimbang meminta orangtuanya membelikan ponsel sederhana sebagai ponsel sekolah. Maka urusan komunikasi jadi merepotkan.
Yang kedua? Sebuah SMA di Jakarta Pusat juga mengimbau murid tak membawa ponsel pintar. Hasilnya: karena bukan larangan, maka tak dipatuhi. Murid tetap membawa BlackBerry dan Android, bahkan iPhone.
Pada kasus di SMP itu, kepala sekolah akhir tahun lalu menjelaskan alasan pelarangan kepada para orangtua. Yaitu agar siswa-siswi tak menyimpan maupun mempertukarkan gambar dan terutama video “yang tidak baik”. Saat itu video panas “mirip artis” masih dibahas.
Sedangkan pada kasus SMA, imbauan untuk tak membawa ponsel canggih itu untuk mengurangi tingkat kehilangan (baca: pencurian) di sekolah. Sempat disinggung soal kesenjangan ekonomi segala.
Yah, setiap sekolah berhak membuat peraturan maupun sekadar imbauan. Sama seperti ada SMA yang melarang siswa membawa mobil ataupun SMP yang melarang siswa tak ber-SIM mengendarai sepeda motor.
Tentu, ponsel dan kendaraan itu berbeda. Sebagai alat komunikasi, ponsel bisa ditumpangi muatan apa saja, tanpa kelihatan dari luar. Melarang konten, bila perlu merazia, boleh saja. Tetapi membatasi alat, saya rasa berlebihan. Ini serupa melarang notes saku gara-gara ada contekan di dalamnya. Justru tugas pendidik untuk menanamkan pengertian, termasuk memanggil orangtua siswa jika terjadi kasus konten dewasa.
Kalau masalahnya adalah kehilangan ponsel, apalagi dengan menyinggung kecemburuan sosial-ekonomis, bagi saya itu kurang bijak. Secara tersirat itu sama saja mempersangkakan orang tak berpunya sebagai pelaku.
Cara sebuah lembaga memperlakukan adopsi dan penggunaan teknologi merupakan cerminan pola pikir. Ini serupa kantor redaksi media yang menutup akses ke Facebook dari jaringan komputernya. Padahal perlu bukti apakah penutupan akses meningkatkan produktivitas, begitu pula sebaliknya.

Daun Bayam Hasilkan Bahan Bakar Alternatif





Jakarta - Bayam tak hanya memberikan tenaga bagi tokoh Popeye si pelaut. Tumbuhan yang kerap disantap sebagai sayuran bergizi ini pun ternyata bisa menjadi bahan bakar ramah lingkungan.

Para peneliti telah lama mencoba meniru cara organisme berfotosintesis memanfaatkan cahaya matahari, memecah air menjadi oksigen dan hidrogen, dan selanjutnya bereaksi dengan karbondioksida untuk menghasilkan gula sebagai sumber energi.

Kini, tim ilmuwan yang dipimpin Hugh O'Neill dari Department of Energy's Oak Ridge National Laboratory di Tennessee, Amerika Serikat (AS) mengombinasikan protein cahaya dengan senyawa yang dikenal sebagai block copolymers dan platinum catalyst untuk menghasilkan membran yang menghasilkan hidrogen dari sinar matahari.

Dilansir New Scientist dan dikutip detikINET, Kamis (10/2/2011), O'Neill dan timnya mengekstraksi protein II (LHC-II) kompleks dari bayam dan menambahkannya ke cairan mengandung copolymers dan sodium hexachloroplatinate yang diubah menjadi bahan platinum berkat bantuan matahari.

Selanjutnya, protein tersebut berinteraksi dengan copolymers, membentuk dirinya sendiri menjadi lembaran-lembaran berlapis seperti membran yang secara alamiah ditemukan pada membran hasil fotosintesis.

"Saat diteliti, membran ini rupanya memproduksi hidrogen. Ini diketahui setelah menembakkan sejumlah neutron pada sampel membran dan mengukur pembiasan radiasinya untuk mengetahui elemen apa saja yang dikandungnya," papar O'Neill.

Disebutkan olehnya, molekul protein menyerap cahaya matahari dan melepaskan elektron sehingga memindahkannya ke molekul platinum terdekat. Platinum tersebut kemudian mengkatalisasi reduksi proton ke gas hidrogen yang siap digunakan sebagai bahan bakar. ( rns / ash )

China Gantikan Telepon Umum dengan Hotspot




Jakarta - Meski dikenal sebagai negara dengan netter terbanyak di dunia, China masih gencar melakukan penetrasi internet. Dalam waktu dekat, pemerintah negeri tirai bambu ini akan menggantikan kotak-kotak telepon umum di negerinya menjadi hotspot internet.

Jumlah kotak telepon umum di China, memang sangat banyak. Namun kian hari, pengguna telepon umum justru menyusut, tergusur oleh kehadiran telepon seluler yang gencar merangsek pasaran.

Media setempat melaporkan, beberapa kotak telepon umum, dalam satu hari hanya dipakai satu kali bahkan tidak dipakai sama sekali. Tak heran, biaya pemeliharaan dan operasional kotak telepon umum itu jadi sia-sia.

Nah, ketimbang mengalokasikan dana untuk hal yang dianggap percuma, maka pemerintah China selanjutnya mengubah kotak telepon tersebut sebagai tempat untuk berinternet menggunakan WiFi.

Dikutip detikINET dari Digital Trends, Senin (14/2/2011), menggantikan kotak telepon umum menjadi area hotspot hanya salah satu bagian dari rencana perluasan akses internet di China. Tak hanya memanfaatkan kotak telepon umum, pemerintah negara itu juga akan memperbanyak fasilitas hotspot di lokasi-lokasi seperti restoran, hotel dan gym. ( rns / wsh )

7 Fakta Menarik Duet Nokia dan Microsoft




Jakarta - Dalam upaya mempertahankan posisi sebagai raja ponsel, Nokia memilih Windows Phone 7 (WP 7) sebagai OS utamanya. Apa saja konsekuensi dalam kesepakatan ini? Berikut 7 rangkuman mengenai duet Microsoft dan Nokia, dilansir Times of India dan dikutip detikINET, Senin (14/2/2011):

1. Nokia dan Microsoft Mengkombinasikan Aset

Nokia dan Microsoft mengkombinasikan aset untuk mengembangkan dan memasarkan produk mobile. Nokia membayar lisensi pemakaian WP 7. Sebagai imbalan, Microsoft berinvestasi dalam marketing dan pengembangan ponsel. Kesepakatan lisensi dinilai ruwet karena beberapa teknologi Nokia akan dibenamkan di WP 7, seperti fitur navigasi dan peta.

2. Pertukaran Teknologi

Nokia memberikan mereknya yang lebih unggul di dunia smartphone, perangkat ponsel, toko aplikasi yang dibenamkan di Windows Phone 7 Marketplace dan teknologi peta. Sedangkan Microsoft berkontribusi dalam software Windows Phone 7, Bing, Xbox Live serta software Office.

3. Nokia Membuat Dua Divisi Pengembangan Ponsel


Bersamaan dengan pengumuman memakai WP 7, Nokia menyatakan akan membuat dua unit khusus pengembangan ponsel. Dua unit dimaksud yakni divisi Smart Devices yang kini dipimpin Jo Harlow, dan divisi Mobile Phones.

4. Symbian dan MeeGo Belum Disingkirkan

Kedatangan Windows Phone 7 belum akan menyingkirkan OS asli Nokia, yaitu Symbian dan MeeGo. Namun demikian, keduanya hanya jadi pelengkap karena WP 7 adalah OS utama Nokia untuk produk smartphonenya.

5. Nokia Memangkas Anggaran Penelitian dan Pengembangan

Nokia berniat memangkas anggaran bidang penelitian dan pengembangan. CEO Nokia, Stephen Elop, menyatakan bahwa dana divisi ini empat kali lebih banyak daripada yang dikeluarkan Apple dan sebagian besar diarahkan untuk Symbian. Dengan WP 7 jadi platform utama, pemangkasan anggaran dalam bidang ini adalah wajar.

6. Nokia akan Melakukan PHK

Nokia menyatakan akan ada pemangkasan jumlah pekerja di Nokia, yang bakal dilakukan di berbagai belahan dunia, termasuk Finlandia. Namun CEO Nokia, Stephen Elop, belum memastikan seberapa banyak karyawan yang di-PHK dan di bagian apa saja.

7. Nokia Urung Pilih Android


Stephen Elop mengaku telah melakukan diskusi intensif dengan Google soal adopsi Android. Pada akhirnya Nokia menilai akan kesulitan membedakan produknya dari pabrikan Android lainnya yang sudah malang melintang. Di sisi lain, Google juga kuat di bidang layanan peta dan Nokia tak ingin layanan Ovi Maps diabaikan. Akibatnya, Nokia pun batal adopsi Android. ( fyk / rns )

Robot Jepang Bersiap Lomba Maraton




Jakarta - Seperti para pelari maraton profesional, robot pun bisa fokus pada tujuannya mencapai garis finish. Nah, apa jadinya jika robot mengikuti lomba lari maraton?

Firma robot di Jepang, Vstone tengah mempersiapkan pertandingan maraton bagi para robot. Persiapan diantaranya dilakukan dengan menyediakan 422 putaran trek lari dengan jarak masing-masing sekitar 100 meter.

Dalam sebuah percobaan, robot Robovie-PC secara otomatis mengikuti trek lari yang disediakan hingga mencapai garis finish. Nantinya, para kompetitornya akan 'berlari' juga secara otomatis seperti robot ini, atau ada juga yang dikendalikan menggunakan pengontrol jarak jauh.

Jangan dibayangkan robot ini berlari secepat kilat seperti para pelari profesional. Seperti terlihat dalam rekaman video demo, bagi manusia, gerakan robot ini sebenarnya hanya seperti berjalan biasa.

Namun seperti dilansir Pop Science dan dikutip detikINET, Senin (14/2/2011), pertandingan lari ditujukan untuk menguji kemampuan robot dalam bernavigasi mengikuti arah trek lari yang ditetapkan hingga ke garis finish. Sayangnya waktu dan tempat pertandingan maraton bagi para robot ini belum ditentukan.

Robovie sendiri disebut-sebut akan menjadi kompetitor yang tangguh. Ketepatan navigasinya disokong kamera 1,3 megapixel di kepalanya dan prosesor 1,6 GHz yang dibenamkan dalam tubuhnya memberi kemampuan komputasi yang setara dengan PC standar dan bisa terkoneksi dengan internet.
( rns / fw )

Robot Pun Bisa Internetan

Jakarta - Sekelompok ahli robot di University of Technology di Eindhoven, Belanda, mengembangkan internet khusus untuk robot yang dinamakan RoboEarth. Sistem ini sejenis database online yang memungkinkan para robot bisa belajar dan saling berbagi informasi.

Layaknya manusia, nantinya robot bisa mengunduh berbagai instruksi yang diperlukannya, atau mengunggah informasi yang bisa dijadikan bahan pembelajaran bagi robot lainnya di RoboEarth.

"Menggunakan RoboEarth atau sistem seperti ini, membantu robot agar bisa belajar bagaimana melakukan sesuatu lebih baik," ujar perwakilan tim robotik yang detikINET kutip dari lansiran Pop Science, Jumat (11/2/2011).

Dijelaskan oleh tim, RoboEarth akan diimplementasikan pada server dengan fungsionalitas internet dan intranet. Selanjutnya, RoboEarth menyimpan informasi penting bagi robot terutama dalam pengenalan objek, navigasi, berbagai tugas, termasuk tugas-tugas yang melibatkan kecerdasan.

Tak Perlu Menyetir, Mobil di Eropa Bisa Berjalan Sendiri




Jakarta - Dengan sebuah teknologi baru, Anda tak perlu menyetir mobil saat lelah mengemudi. Mobil terus berjalan secara otomatis sementara Anda bisa melepas lelah sambil membaca koran atau minum kopi.

Mengada-ada? Tentu saja tidak, ini benar-benar dilakukan oleh seorang pria di dalam mobil Volvo S60. Pria tersebut merupakan penjajal teknologi bernama 'platooning' yang tengah diuji coba di Eropa.

Platooning adalah fitur kendaraan yang secara otomatis memonitor jarak, kecepatan dan arah mobil. Dengan menggunakan ini, mobil akan mengikuti gerakan mobil yang ada di depannya dan berjalan pada jalur yang telah direncanakan.

Dilansir Huffingtonpost dan dikutip detikINET, Jumat (11/2/2011), platooning dirancang untuk mengurangi tingkat kecelakaan mobil dan kemacetan. Mobil yang saling terhubung dengan platooning akan berjalan rapi mengikuti satu mobil profesional yang berjalan paling depan, sehingga menyerupai kereta. Itulah mengapa teknologi ini disebut juga dengan 'road train'.

"Ini adalah pencapaian penting bagi program riset Eropa," kata Tom Robinson selaku koordinator proyek road train.

Pengembangan teknologi ini merupakan hasil proyek Safe Road Trains for the Environment (Sartre) yang merupakan kerjasama para peneliti dengan produsen mobil Volvo dan mendapat suntikan dana dari Komisi Eropa.

"Platooning menawarkan keselamatan berkendara, penggunaan ruang jalan yang lebih baik, meningkatkan kenyamanan pengemudi saat menempuh perjalanan panjang dan mengurangi konsumsi bahan bakar yang kemudian berdampak pada pengurangan CO2," terang Tom.
( rns / ash )