.

Sabtu, 27 September 2014

AMD’s most advanced APU

AMD’s most advanced APU ever. Welcome to the revolution.

Introducing the AMD A10-7850K , AMD’s most advanced APU. So revolutionary, it challenges the very definition of a processor. With 12 Compute Cores (4 CPU + 8 GPU)4 with AMD Radeon™ R7 graphics and exclusive features like AMD TrueAudio technology5 for immersive audio, it can take on Battlefield 4™ or just about anything else you throw at it.
Features
HSA
Unlock your system’s full potential with revolutionary HSA architecture – the new standard in processor design – enabling the CPU and GPU to work in perfect harmony and blaze through compute tasks in Ultra HD resolution. Take processing performance and pure power efficiency to new extremes with hUMA, by enabling GPU’s full access to the entire system memory and the CPU and GPU to seamlessly share data.
Graphics Core Next (GCN) Architecture

Get extreme performance with Graphics Core Next (GCN) Architecture, featuring supercharged AMD Radeon™ R7 graphics.6
Mantle Technology

AMD Mantle technology raises your game to unprecedented levels with hyper-efficient performance.7
AMD TrueAudio Technology

Designed for breathtaking immersive audio, AMD TrueAudio technology sets a new level of immersion. Hear your enemy’s every move and anticipate their next.5
AMD Eyefinity Technology

Connect up to 4 displays to see every angle of the battlefield with AMD Eyefinity technology in its full glory.3
AMD Radeon™ Memory

AMD Radeon™ Memory enables top performance and maximum value for a boost in entertainment and gaming experiences.8



AMD A10 APU features:

Unlock your system’s full potential with the A10-7850K APU’s revolutionary Heterogeneous System Architecture (HSA)  
Get extreme performance with the A10-7850K APU’s Graphics Core Next (GCN) architecture, featuring supercharged AMD Radeon™ R7 graphics4 
Experience breathtaking immersive audio with the A10-7850K APU’s AMD TrueAudio technology1 
Tear through everyday applications with AMD Turbo Core 3.0 technology2 
AMD A8 APU features:

Enter the fray with ultra-immersive AMD HD3D gaming7 
Blaze past your opponents with DirectX® 11-capable graphics 
Get amazing graphics performance with AMD Radeon™ Dual Graphics technology8
AMD A6 APU features:

Stay productive when compressing files 
Experience smoother playback for videos and enhanced quality for photos with the AMD HD Media Accelerator10 
Watch movies, play games and get more done with Windows 8 apps, media and more
AMD A4 APU features:

Get more videos and downloads on your PC and smooth virtually uninterrupted video streaming with AMD Quick Stream technology9
Get more steady video playback that helps reduce shakes and jitters from your home videos with AMD Perfect Picture and Steady Video technology10 
Share photos and videos easier with USB 3.0 
Desktops powered by AMD APUs

When you get a desktop or all-in-one PC powered by and AMD APU, you can take advantage of even more features.

Kamis, 28 Februari 2013

Cara Mudah Install Ubuntu 12.04 LTS Dual Boot Dengan Windows 7



Cara Mudah Install Ubuntu 12.04 LTS Dual Boot Dengan Windows 7 - Berhubung 
saat ini saya lagi mencoba menggunakan sistem opersi/OS Linux khususnya menggunakan Distro Ubuntu 12.04 LTS, saya rasa tidak ada salahnya saya membagikan pengalaman saya kepada kawan-kawan yang membutuhkan, itung-itung saling berbagi dan sama-sama belajar. oy pertama-tama tanamkan di dalam otak anda bahwa LINUX Itu Mudah, Selama Mau Berusaha Memperlajarinya.

Sekarang saatnya kita menginstall Ubuntu dual boot dengan windows 7

1. Saat anda masih berada pada Desktop Windows 7, tugas anda adalah membuat ruang kosong pada Hardisk di partisi C/System untuk tempat instalasi OS Ubuntu, caranya ialah klik Start --> Computer --> Manage.


2. Selanjutnya pilih Disk Management --> klik kanan pada partisi System/C lalu pilih Shrink Volume...

3. Sebagai Contoh, Saya mebuat ruang kosong dengan ukuran/kapasitas8156MB atau sekitar 8GB, jika anda sudah menetapkan besar ukuran untuk ruang kosong yang anda akan gunakan, maka silahkan klik Shrink.


4. Setelah proses pembuatan ruang kosong untuk installasi Ubuntu selesai, maka yang harus anda sediakan adalah CD/DVD ubuntu bisa juga menggunakan USB Flashdisk, tapi untuk USB Flashdisk, caranya sedikit berbeda dengan artikel yang saya tulis ini, mungkin anda bisa menyesuaikannya, oy untuk cara pembuatan anda bisa lihat di situs resmi ubuntu. untuk Membuat CD/DVD untuk USB Flashdisk atau jika anda belum memiliki file installernya bisa di dwonload disini. Jika CD/DVD sudah tersedia, maka anda bisa melanjutkan dengan me-restart PC/Laptop anda. Jangan Lupa Masukkan CD/DVD ke room dan setting boot dari CD/DVD.
  • Jika anda behasil masuk, maka akan ada tampilan seperti gambar di bawah ini lalu pilih bahasa yang akan anda gunakan selama menginstall.


 Pilih Something Else dan Klik Continue

Selanjutnya pilih Free Space dan klik add.. untuk membuat ruang swap

Tentukan size untuk ruang swap yang akan dibuat, sebagai contoh saya menggunakan 500/500MB. Pada pilihan Use as pilih Swap area --> OK

Untuk tahap selanjutnya, klik add.. lagi untuk membuat partisi ubuntu. untuk kali ini kita menggunakan semua sisa size pada ruang kosong. Dan untuk pilihanUse as pilih ext4 journaling file system, sedangkan untuk Mount pointtambahkan / (garis miring). Jika semua tahap sudah selesai tekan OK

Untuk tahap ini tinggak menekan tombol Install Now dan ikuti langkah-langkah install-nya hingga selesai. dan silahkan mencoba Ubuntunya.

macam macam Linux


Macam-Macam Linux 


Linux yg merupakan sebuah software gratis, kini mulai banyak dipakai oleh para pengguna komputer. Beberapa macam linux antara lain:
1. Fedora Core 4
Pada semester pertama 2003, Red Hat mengumumkan untuk tidak lagi menjual produk konsumennya secara terpisah, dan melepasnya sebagai unit semi otonom yang diberi nama Red Hat Linux Project. Proyek ini melanjutkan produksi versi konseumen, tapi kali ini sebagai produk gratis yang melibatkan komunitas Linux. Fedora Core adalah distro besutan Red Hat Project setelah bergabung dengan Fedora Project, sebuah proyek komunitas yang mengkhususkan diri membuat berbagai paket aplikasi untuk dijalankan di Red Hat Linux.
Melihat sejarahnya, Fedora Core jelas merupakan hasil evolusi dari Red Hat Linux yang berhenti di versi 9. Karena hasil evolusi, Fedora Core memiliki penampilan, “rasa”, dan fungsionalitas khas Red Hat Linux.
Fedora Core 4, dirilis tanggal 13 Juni 2005, adalah rilis terbaru dari Fedora Project yang menawarkan banyak perbaikan dan feature baru dibanding versi pendahulunya. Fedora Core 4 memuat semua update software terbaru, termasuk GNOME 2.10 dan KDE 3.4 yang semakin cantik dan menunjang kinerja.
Fedora Core 4 dapat dibakar ke empat keping CD atau sebuah DVD. Distro ini tidak menggunakan live CD dan harus diinstall ke harddisk. Instalasi Fedora Core 4 mudah, dan tidak banyak berubah dari rilis sebelumnya. Fedora menggunakan installer Anaconda yang berbasis grafik sehingga mudah diikuti. Distro ini juga dapat bekerja dengan baik di berbagai spesifikasi sistem tanpa perlu ngoprek di command line. Kabar baik untuk para pengguna komputer Apple, Fedora Core 4 kini mendukung penuh arsitektur CPU PowerPC, sehingga dapat dijalankan di prosesor Apple G3, G4, bahkan G5. Dengan begitu, kini pengguna Apple memiliki alternatif sistem operasi yang stabil selain Mac OS X.
2. Suse
SUSE Linux adl salah satu distro Linux utama yg dibuat di Jerman. SUSE Linux aslinya merupakan terjemahan dlm bhs Jerman dr Slackware. Perusahaannya sekarang ini dimiliki oleh Novel, Inc. S.u.S.E adl singkatan dr kalimat dlm bhs Jerman “Software- und System-Entwicklung” (“Perangkat lunak & pengembangan sistem”), tetapi ada informasi tdk resmi yg mengatakan bahwa S.u.S.E dihubungkan dgn ilmuwan komputer Jerman Konrad Zuse.
SUSE LINUX termasuk distro yang paling dihormati sebagai penyedia solusi dan teknologi unggul di dunia sistem operasi open source. Distro asal Jerman ini memiliki tim developer terbesar di dunia yang telah banyak berjasa mengangkat nama SUSE sebagai solusi Linux paling lengkap saat ini. Pada tahun 2003, SUSE LINUX resmi diakuisisi oleh Novell, Inc.
SUSE Linux Professional (SLP) 9.3 adalah sebuah distro sistem operasi desktop yang mengundang decak kagum saat dicoba. Distro ini memiliki semua aplikasi Linux yang kemungkinan besar dibutuhkan oleh semua orang. Berbagai aplikasi itu kemudian disajikan dengan pilihan antarmuka KDE Atau GNOME yang terbaru.
Yang perlu diingat adalah sejak awal adalah SUSE LINUX punya reputasi sebagai distro yang bukan diperuntukkan buat pengguna awam. Jadi, jangan mengharapkan distro ini akan semudah Xandros atau Linspire. Tidak perlu takut untuk mencobanya mengingat lengkapnya dokumentasi yang tersedia untuk distro ini, hanya saja distro ini mungkin lebih tepat untuk developer, seorang power user, atau seseorang yang tertarik untuk mencoba sampai sejauh mana desktop Linux dapat digunakan.
Sebagai distro Linux high-end, SLP 9.3 dapat dijalankan di Pentium berkecepatan rendah dengan memory minimal 128MB dan ruang harddisk 500MB. Tentu saja yang disarankan adalah prosesor minimum Pentium 1GHz, memory 256MB, dan harddisk 2,5GB.
3. Ubuntu 5.04
Ubuntu mengambil namanya dari bahasa Afrika Kuno. Menurut situs Ubuntu (www.ubuntulinux.org), nama Ubuntu bermakna “kemanusiaan bagi sesama”. Distro ini lahir dari keinginan para pengembang Linux untuk menyajikan sebuah distro Linux yang mudah dipakai, handal, berkualitas, dan gratis. Ubuntu dapat dipakai baik untuk mesin yang berfungsi sebagai server maupun sebagai komputer desktop. Distro ini juga mendukung aneka prosesor yang ada di pasaran seperti Intel x86, AMD64, dan PowerPC.
Proyek Ubuntu (Ubuntu Project) disponsori oleh Canonical Ltd. Para peminat Ubuntu bisa memesan CD Ubuntu dalam jumlah yang mereka inginkan secara gratis dengan cara mengunjungi situs Ubuntu. Namun, para peminat Ubuntu juga bisa melakukan download file image Ubuntu (dalam bentuk file .iso) dengan cara mengunjungi alamat http://www.ubuntulinux.org/download/. Berhubung Ubuntu didistribusikan dalam dua CD, pastikan Anda mendapatkan atau men-download file image yang sesuai dengan keperluan. Sebagai informasi, versi install CD merupakan distro Ubuntu yang dikhususkan untuk dipasang dalam harddisk. Sementara versi Live CD merupakan distro Ubuntu yang dikhususkan untuk dijalankan secara langsung via CD-ROM tanpa perlu di-install lagi ke dalam harddisk.
Ubuntu 5.04 Hoary Hedgehog merupakan versi terbaru sistem operasi ini. Sistem operasi ini membutuhkan komputer dengan spesifikasi prosesor dari keluarga x86 (Intel 486, Pentium, Pentium II, III, dan 4), AMD, atau VIA (dahulu Cyrix), kartu grafis VGA dengan kedalaman 256 warna atau lebih tinggi, RAM 128MB atau lebih tinggi, sebuah CD-ROM drive, dan ruang harddisk sekitar 1 gigabyte atau lebih tinggi (jika akan dipasang dalam harddisk). Spesifikasi ini merupakan kebutuhan dasar untuk menjalankan modus grafis dalam Ubuntu. Jika pengguna lebih suka dengan modus teks, spesifikasi komputer yang diperlukan bisa lebih rendah lagi daripada spesifikasi tersebut.
berarti “aku adl aku krn keberadaan kita semua”. Tujuan dr distribusi Linux Ubuntu adl membawa semangat yg terkandung di dlm Ubuntu ke dlm dunia perangkat lunak. Ubuntu saat ini mendukung berbagai arsitektur komputer spt PC (Intel x86), PC 64-bita (AMD64)
4. Knoppix 3.8
Knoppix boleh dikatakan sebagai pelopor Live CD, yakni sistem operasi yang bisa langsung dijalankan dan dipakai tanpa instalasi. Sistem operasi ini dirintis oleh sekumpulan programer dan pengguna Linux dari Jerman. Menurut situs resminya di http://knoppix.com/, Knoppix bisa dipakai sebagai sistem siap pakai untuk keperluan sehari-hari, untuk kepentingan edukasi dan demo produk di sekolah atau perguruan tinggi, atau sebagai perkakas untuk perbaikan (recovery). Dengan menggunakan metode dekompresi secara on the fly, sebuah CD berkapasitas sekitar 700MB bisa dipakai untuk menjalankan sistem Linux lengkap berkapasitas 2 gigabyte.
Berbeda dengan Ubuntu yang mengandakan Gnome sebagai antarmuka grafisnya, Knoppix menggunakan KDE versi 3.32 sebagai antarmuka grafis default-nya. Dalam hal versi, distro ini hanya memiliki satu file image untuk di-download, yakni versi Live CD. Jika pengguna ingin memasang Knoppix ke dalam harddisk-nya, mereka bisa memanfaatkan perkakas yang telah disediakan dalam versi tersebut. Saat ini, versi terbaru Knoppix adalah 4.0. Sayangnya, pada saat artikel ini ditulis, versi ini baru tersedia untuk bahasa Jerman dan dikemas dalam sekeping DVD. Sementara untuk bahasa Inggris, versi terbaru Knoppix adalah 3.9.
Knoppix dapat dipasang dalam komputer dengan spesifikasi prosesor berbasis Intel atau kompatibelnya (486 atau lebih tinggi), RAM berkapasitas sekitar 128MB untuk menjalankan modus grafis dengan KDE dan aneka aplikasi perkantoran, sebuah CD-ROM drive tipe IDE/ATAPI/USB/SCSI/Firewire), sebuah kartu grafis standar VGA, mouse dengan konektor PS/2, serial, atau USB, dan harddisk berkapasitas 1GB atau lebih tinggi (jika akan dipasang dalam harddisk). Jika pengguna hanya ingin menjalankan Knoppix dalam modus teks, kebutuhan RAM dan harddisk tentu saja akan lebih rendah daripada spesifikasi tersebut.
5. PC Linux OS
PCLinuxOS adalah distro Linux yang lahir pada musim panas 2003 dan awalnya dikembangkan dari Mandrake (sekarang Mandriva) 9.2. Saat itu Mandrake masih menggunakan kernel versi 2.4, devfs, dan XFree86. Dalam dua tahun ini, telah berevolusi menjadi sebuah distro yang sama sekali baru sebagaimana Mandriva berkembang meninggalkan akar RedHatnya. PCLinuxOS Preview 9 yang terbaru telah menggunakan Kernel 2.6.11-oci11 yang bekerja sempurna dengan desktop KDE 3.4.1. KDE 3.4.1 sendiri memanfaatkan backend hal/dbus untuk memudahkan automounting perangkat seperti usb key, cdrom, kamera, dan scanner.
PCLinuxOS disebarkan dalam bentuk live CD. Ini berarti Anda tidak perlu meng-install PCLinuxOS ke dalam harddisk. Cukup masukkan CDnya dan boot dari CDROM. Dalam waktu sekitar lima menit ,Anda sudah dapat menggunakannya. PCLinuxOS akan meng-uncompress data dari CD sambil jalan sehingga Anda dapat menikmati berbagai program yang berukuran sekitar 2 gigabyte. PCLinuxOS akan berjalan di memori dan memungkinkan Anda untuk mengakses seluruh komputer, membakar CD, menyimpan ke harddisk, menikmati hiburan digital atau berselancar di web. Live CD berarti portabilitas alias membawa lingkungan sistem yang sudah Anda kenal dengan baik kemanapun anda pergi.
6. Linux Xnuxer
Masih ingat Dani Firmansyah? Pria bernama alias Xnuxer ini sempat membuat heboh karena mengubah tampilan situs resmi KPU saat Pemilu. Juli lalu, Dani mengumumkan peluncuran distro Linux hasil oprekannya. Distro yang menurut Dani dikerjakan sendirian selama 7 hari 7 malam itu diberi nama Xnuxer Linux versi 1. Distro ini disebarkan dalam bentuk live CD yang dapat dijalankan tanpa instalasi.
Xnuxer Linux dibangun di atas fondasi distro Debian Sarge 3.1 dan Knoppix 3.9. “Konsep yang diaplikasikan di Xnuxer Linux adalah membuat Linux bisa digunakan dengan mudah oleh end-user dengan mempercantik tampilan KDE tanpa mengurangi kinerja” begitu dipaparkan oleh Dani.
Harapan Dani sepertinya tercapai. Anda dapat menikmati sendiri KDE dengan penampilan yang berbeda dari biasanya. Lebih sederhana dan membuat Linux terlihat mudah. Mereka yang sudah terbiasa dengan Windows kemungkinan besar tetap “merasa di rumah” saat mencoba Linux Xnuxer.
7. Mandrake 10.0
Mandrake merupakan salah satu ditribusi Linux bahkan yang pertama menerapkan konsep sistem operasi dengan antarmuka grafis yang sangat “bersahabat” dengan penggunanya.
Proyek distribusi Linux ini sebenarnya sudah dimulai Mandrake sejak tahun 1998. Dengan konsentrasi pengembangan Linux yang lebih mudah, Mandrake telah mengubah momok “menyeramkan” Linux yang awalnya penuh dengan konfigurasi rumit menggunakan perintah baris menjadi distribusi Linux yang menawarkan lebih banyak kemudahan.
Perubahan serta penambahan beberapa feature baru terus dilakukan Mandrake dari waktu ke waktu. Bahkan untuk menandainya, Mandrake mengubah keseluruhan nama distribusi menjadi Mandriva. Hingga kini nama Mandriva digunakan sebagai kelanjutan pengembangan distribusi Linux Mandrake.
Versi distribusi Linux terakhir yang dirilis oleh Mandriva adalah 10. Masih bercirikhas kemudahan antarmuka pengguna yang dimiliki distribusi Mandrake terdahulu, Mandriva 10 juga dibekali dengan Linux kernel 2.6.3.
Instalasi distribusi Linux yang satu ini terbilang sangat mudah. Sebelum Mandrake dikembangkan, pengguna yang akan menginstall Linux diharuskan mengerti setidaknya cara mengkompilasi kernel Linux dan modul yang terkait dengan kernel tadi. Terkadang proses ini memakan waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Hal ini disadari oleh beberapa pengembang distibusi Linux lain seperti RedHat dan Suse. Mereka mulai mengembangkan sebuah antarmuka instalasi linux.
Berangkat dari sanalah Mandrake kemudian mengembangkan antarmuka instalasi yang lebih baik. Penataan informasi serta langkah-langkah instalasi dikemas sedemikian sehingga tidak terlihat lagi kerumitan instalasi Linux yang sesungguhnya.