Selasa, 02 November 2010

Flowchart



Flowchart


Pseudo Code (kode semu) disusun dengan tujuan untuk menggambarkan tahap-tahap penyelesaian suatu masalah dengan kata-kata (teks). Metode ini mempunyai kelemahan, dimana penyusunan algoritma dengan kode semu sangat dipengaruhi oleh tata bahasa pembuatnya, sehingga kadang-kdang sulit dipahami oleh orang lain. Oleh karena itu kemudian dikembangkan suatu metode lain yang dapat menggambarkan suatu algoritma program secara lebih mudah dan sederhana yaitu dengan menggunakan flowchart (diagram alir).
Tujuan utama dari penggunaan flowchart adalah untuk menggambarkan suatu tahapan penyelesaian masalah secara sederhana, terurai, rapi dan jelas dengan menggunakan simbol-simbol standart.

Pedoman yang perlu diperhatikan dalam membuat flowchart :


a) Bagan alir sebaiknya digambar dari atas ke bawah dan mulai dari bagian kiri dari suatu halaman.

b) Kegiatan di dalam bagan alir harus ditunjukkan dengan jelas.

c) Harus ditunjukkan dari mana kegiatan akan dimulai dan dimana akan berakhir.
d) Masing-masing kegiatan di dalam bagan alir sebaiknya digunakan suatu kata yang mewakili suatu pekerjaan.

e) Masing-masing kegiatan di dalam bagan lair harus didalam urutan yang semstinya.
f) Kegiatan yang terpotong dan akan disambung ke tempat lain harus ditunjukkan dengan jelas menggunakan simbol penghubung.
g) Gunakan simbol-simbol alir yang standart.

Terdapat 2 jenis flowchart yaitu sistem flowchart dan program flowchart.

Sistem Flowchart
Sistem flowchart merupakan diagram alir yang menggambarkan suatu sistem peralatan komputer yang digunakan dalam proses pengolahan data serta hubungan antar peralatan tersebut. Sistem flow chart tidak digunakan untuk menggambarkan urutan langkah untuk memecahkan masalah , tetapi hanya untuk menggambarkan prosedur dalam sistem yang dibentuk.

Flowchart Program
Merupakan bagan alir yang menggambarkan urutan logika dari suatu prosedur pemecahan masalah. Untuk menggambarakan flowchart program telah tersedia simbol-simbol standart. Berikut ini adalah gambar dari simbol-simbol standart yang digunakan pada flowchart program.


Contoh flowchart
1. Buatlah flowchart untuk menjumlahkan dua buah data.
Jawab
Input : data1 dan data 2
Proses : jumlah = data1 + data2
Output : jumlah


2. Buatlah flowchart untuk mencari keliling dan luas lingkaran ?
Rumus : keliling lingkaran adalah 2*phi *r
luas lingkaran adalah phi * r2
rumus diatas merupakan proses untuk mencari keliling dan luas lingkaran.
Input : phi dan r
Output : luas dan keliling

Robotino


RobotIno Festo

My diari…. jadi begini my diari dua hari kemarin saya training robotino nih, sebuat platform keluaran hardware dari FESTO, perusahaan di bidang industri di bagaian pneumatik, PLC, valve.. begitulah.



kali ini Festo membuat hardware robot. yang cukup canggih didalamnya terdapat prosesor setara pentium. linux bisa masuk. dua hari ini kami training bagimana cara memakai robot.

mengendalikan robotino yang memiliki roda omnidirectional. tiga buah roda yang membentuk sudut 120 derajat satu sama lain. sehingga untuk mengerakan maju harus dipikirkan secara matriks.
pembuatan software ini kami buat di notebook. kenapa harus di notebook karena kita mengkonfigurasi robotino sebagai akses point lalu kita buat program di PC dan mengendalikan via PC dengan sambungan wifi.
materi yang ditraining adalah software robotino. program yang dibuat ini kita gunakan blok daiagram jadi tinggal klal klik dan atur saja, denger denge yang buat lomba science itu haru pakai bahasa C plus plus c++. materi trainning hari ini adalah
1. jalan lurus
2. jalan miring
3. menggunkan sensor medeteksi dinding 6 cm
4. ikut dinding.
5 menggunakan kamera
6. line follower by kamera
7. segmentasi pakai kamera
8. induktive sensor
wah pokoknya kodingnya tidak ada. semua udah di proses oleh function bloknya. kamera tinggal hubungkan ke function blok dia bisa deteksi garis. terus bisa diatur biat noisenya hilang kemudian mengendalikan ujung garis X.
setelah trainning tadi ,erasa pentingnya menggunakan nilai negatif semua sistem robot yang dibuat menggunakan close loop. dan semuanya ada prinsip PID, entah menggunakan P saja I, atau D.
jadi robot di buat dengan perhitungan dan harus mencari karakteristik dari robot. supaya PID nya ok.
ada yang tertarik ? silahkan hubungi PT festo indonesia jalan iskandar muda no 68.
bagi yang olimpiade science.. sukses yah…
Festo training
Doktor Ulrich Karras. asli germanie loh. jauh jauh buat trainning kita.. dankye.. thanks sir

Senin, 01 November 2010

SISTEM PNEUMATIC


DEFINISI:
PNEUMATIC adalah suatu filsafat (science) yang menggunakan tekanan udara (compressed air) untuk mengerjakan sesuatu yang sifatnya lurus (linear) atau memutar (rotational).

SISTEM PNEUMATIC DAN FUNGSI DARI SETIAP BAGIAN:



1. Air Compressor
a. Mengadakan tekanan udara (compressed air) sebagai sumber tenaga dari system pneumatic.

2. Aftercooler
a. Mendinginkan udara panas dari compressor
b. Membuang sebagian besar lembab (condensate), Minyak (oil), Debu (dust).

3. Main Line Air Filter
a. Menyaring debu halus
b. Membuang sisa lembab dan minyak



4. Refrigerated Air Dryer
Membuat udara agar kering.
Setelah melewati alat 2, 3 dan 4, udara menjadi sejuk, bersih dan kering yang dibutuhkan oleh peralatan berikutnya untuk kesempurnaan operasi dari system pneumatic.

5. Air Filter
a. Menyaring kotoran yang terdapat dalam pipa
b. Membuang lembab (drain).

6. Air Pressure Reducing Valve
Mengurangi tekanan utama (main) sesuai kebutuhan.

7. Air Lubricators
Menyiram minyak bersih sebagai pelicin cylinder agar tidak cepat haus.

8. Air Silinder
a. Peredam suara dari pembuangan udara (exhaust)
b. Menjaga kotoran luar untuk memasuki lubang valve.

9. Air Flow Change Solenoid Valve.
Alat pengatur jalannya udara yang digerakkan oleh listrik (solenoid).

10. Speed Control Valve
Mengatur kecepatan cylinder

11. Air Cylinder
Alat dimana tenaga udara tertekan (compressed air) digunakan untuk mengadakan
pergerakan linear atau rotasi.

KEUNTUNGAN YANG DIDAPAT DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM PNEUMATIC:
1. Meningkatkan produksi dari segi kecepatan dan keteguhan
2. Mengurangi kerusakan produksi yang umumnya diakibatkan oleh kelalaian manusia
3. Meningkatkan mutu produksi akibat system kerja yang konstan dan tepat
4. Mengerjakan sesuatu yang sifatnya di luar kemampuan tenaga atau keselamatan.

Pneumatic Componens

Pneumatic Componens

undefined undefined

undefined



undefined undefined undefined
undefined undefined
undefined undefined

Pneumatic Basic

Pneumatic Basic

1. Air Cylinder
2. Valve
3. Air Filter, Regulator dan Lubricator
4. Control Equipment

1. Air Cylinder
Adalah sebuah tabung pneumatic yang menghasilkan tenaga dorong dan tenaga tarik. Tenaga yang dihasilkan oleh sebuah tabung pneumatic bergantung pada dua hal:
a. Tekanan udara (Kg/cm2) yang dimasukkan
b. Luas permukaan piston dari tabung pneumatic
http://www.lehighfluidpower.com/spring.jpg
Apabila compress air dimasukan kedalam tabung pneumatic memiliki tekanan sebesar 5 kg/cm¬2, ini berarti bahwa pada setiap centimeter persegi permukaan piston akan bekerja gaya sebesar 5 kg. Jika luas permukaan piston dikalikan dengan 5 kg, hasilnya merupakan “gaya total” yang bekerja pada seluruh permukaan piston. Ini dinyatakan secara sederhana dengan:

GAYA = TEKANAN X LUAS

- gaya yang dihasilkan tabung (kg)
- tekanan udara (kg/cm¬2)
- luas permukaan piston (cm¬2)

2. Valve
http://www.fittinginsight.info/images/fisher-pneumatic-valve.jpg
a. Solenoid Valve
- mempunyai coil/kumparan listrik, yang bila diberi aliran listrik menjadi magnet

dilihat dari jumlah coil-nya solenoid valve ada 2 jenis:
- single coil
- double coil

dilihat dari posisi-nya solenoid valve ada beberapa macam:
- 2 posisi
- 3 posisi: tengah buka, tengah tutup dll

dilihat dari jumlah lubang-nya solenoid valve terdiri dari
- 2 lubang
- 3 lubang
- 4 lubang
- 5 lubang
b. Master Valve
Sama halnya dengan solenoid valve, disini fungsi coil diganti dengan pilot / angin



c. Mechanical Valve

3. Air Filter, Regulator Dan Lubricator
http://www.airfilterengineering.com/upload/products/category/images//img_filters.jpg
Udara yang bertekanan keluar dari tangki penampung akan melalui sebuah on/off valve. Sebelum mencapai jaringan distribusi, udara harus melewati “unit filter” atau penyaring, yang akan memisahkan kandungan air/water dari udara sehingga peralatan-peralatan terhindar dari proses pegaratan/korosi. Kemudian udara mengalir melalui alat “pengatur tekanan”/regulator yang dilengkapi dengan alat “pengukur tekanan”.
Tekanan udara dalam tangki penampung biasanya lebih tinggi dari pada tekanan yang dibutuhkan. Karena itulah alat pengatur tekanan dibutuhkan, tekanan dapat di kontrol dengan memutar tombol pengontrolnya. Untuk keperluan industri, dengan maksud supaya komponen-komponen pneumatic bisa lebih awet, masih bisa ditambahkan satu unit alat lagi yaitu “unit pelumas”/lubricator.
Unit pelumas ini berfungsi menyemprotkan minyak pelumas/oli yang sangat halus kedalam udara bertekanan tsb.

4. Control Equipment
http://www.ferret.com.au/odin/images/288890/Pneumatic-Control-Systems-Industrial-Products-Process-Control-Equipment-and-Engineering-Consulting-Services-from-North-Coast-Controls-288890-o.jpg
Macam-macam control equipment:
1. speed controller
gunanya untuk mengatur kecepatan cylinder/actuator, ada dua macam type speed controller yaitu: meter - out dan meter – in.

2. spicon muffler (SM)
dipakai untuk meredam suara air compress dan juga berfungsi sebagai speed controller, lazim dipasang di solenoid valve/master valve ataupun mechanical valve.

3. exhaust throttle valve (ES)
dipakai untuk mengatur kecepatan cylinder

4. silinder
dipakai untuk meredam suara air compress

5. check valve
berfungsi untuk mencegah aliran balik compress

6. shuttle valve (SV)
dengan 2 buah lubang supply A dan B dapat secara bergantian supply ke out put C secara langsung

7. quick exhaust valve (QV2)
sangat baik digunakan untuk mempercepat kecepatan silinder

8. pilot check valve
untuk menghentikan gerakan cylinder/actuator, kemudian dikondisikan pada posisi diam seperti pada break cylinder